Presiden Republik Indonesia yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Pernah jadi Walikota Solo dan Gubernur Jakarta, Joko Widodo kini memimpin negara berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa.
Jokowi dikenal akan gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan membumi. Ia seringkali melakukan "blusukan" atau turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat.
Beliau lahir di Surakarta. Menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Setelah lulus,dia menekuni profesinya sebagai pengusaha mebel.
K. H. Ma'ruf Amin salah satu ulama di indonesia yang disegani. Ia diketahui banyak menguasai ilmu
agama islam. Beliau merupakan cicit dari ulama besar Syaikh Nawawi Banten, yang merupakan ulama
asli Indonesia yang begitu disegani keilmuannya di dunia internasional
Ma'ruf Amin menduduki dua jabatan penting. Pertama adalah Ketua Umum MUI dan Rais Am Nahdlatul Ulama. Bukan cuma ulama, Ia juga dikenal sebagai politikus. Dalam riwayatnya, Beliau pernah menjadi
Ketua DPR dan MPR dari Partai Kebangkitan Bangsa.
Lahir di Kresek, Tangerang. Beliau menempuh pendidikan sebagai santri di Pondok Pesantren Tebu Ireng. Kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Ibnu Khaldun.
Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri 112 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke bawah.
Dengan kesulitan hidup yang dialami, ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai bekerja sebagai penggergaji di umur 12 tahun.
Ketika ia lulus SMP, ia sempat ingin masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta, namun gagal sehingga pada akhirnya ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta.
Dengan kemampuan akademis yang dimiliki, ia diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.
Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan judul skripsi "Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta".
Setelah lulus pada 1985, ia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Namun ia merasa tidak betah dan pulang menyusul istrinya yang sedang hamil tujuh bulan. Ia bertekad berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik pamannya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati.
Pada tahun 1988, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya. Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena tertipu pesanan yang akhirnya tidak dibayar. Namun pada tahun 1990 ia bangkit kembali dengan pinjaman modal Rp 30 juta dari Ibunya. Usaha ini membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, "Jokowi".
Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya yaitu daerah Surakarta.
Pada Pilkada 2005, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Jokowi maju sebagai Wali Kota Surakarta. Ia berhasil memenangkan pemilihan tersebut dengan persentase suara sebesar 36,62%.
Setelah terpilih, dengan berbagai pengalaman pada masa muda, ia mengembangkan Solo yang sebelumnya buruk penataannya dan menghadapi berbagai penolakan masyarakat untuk ditertibkan. Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas dalam dan luar negeri.Salah satunya adalah kemampuan komunikasi politik Jokowi yang berbeda dengan kebanyakan gaya komunikasi politik pemimpin lain pada masa itu, yang menjadi kajian riset mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, bus Batik Solo Trans diperkenalkan, berbagai kawasan seperti Jalan Slamet Riyadi dan Ngarsopuro diremajakan, dan Solo menjadi tuan rumah berbagai acara internasional. Selain itu, Jokowi juga dikenal akan pendekatannya dalam merelokasi pedagang kaki lima yang "memanusiakan manusia".
Berkat kinerja memimpin Kota Solo selama 5 tahun dan pencapaiannya yang luar biasa, pada tahun 2010 ia terpilih lagi sebagai Wali Kota Surakarta dengan perolehan suara melebihi 90%.
Kebijakan Joko Widodo selama menjabat Gubernur DKI Jakarta banyak yang bersifat populis, seperti Kampung Deret, Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar. Namun beberapa juga mendatangkan keberatan masyarakat, seperti dalam perbaikan saluran air, peremajaan bus kecil, dan sterilisasi jalur busway.
Di awal menjabat, ia mendahulukan program bantuan sosial melalui Kartu Jakarta Sehat dan Jakarta Pintar, dan setelah mendapat kendali atas APBD, menjalankan pembenahan saluran air di DKI Jakarta melalui program JEDI. Beberapa program transportasi warisan pemerintahan sebelumnya seperti 6 Ruas Tol dan Monorel terhambat. Sebaliknya, ia berkonsentrasi kepada transportasi massal MRT Jakarta, penambahan armada Transjakarta, dan peremajaan bus kecil. Ia juga mengupayakan pengambilalihan pengelolaan Sumber Daya Air melalui akuisisi Aetra dan Palyja.
Ia berperan dalam mengurangi diskriminasi dan nepotisme dalam jenjang karier Pegawai Negeri Sipil di DKI Jakarta melalui penerapan lelang jabatan. Sebagai salah satu dampaknya adalah terpilihnya pejabat dari kalangan minoritas yang mendapat penolakan masyarakat.
Pada masa pemerintahannya pula, DKI Jakarta mengadakan beberapa event kreatif seperti Jakarta Night Festival, Pesta rakyat, dan Festival Keraton Sedunia. Ia juga memperbaiki kebersihan lingkungan di Jakarta, antara lain dengan melarang atraksi Topeng Monyet.
Lihat lebih lengkap "Karier Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta" di Wikipedia
Popularitas Jokowi melejit berkat rekam jejaknya yang baik dan pendekatannya yang membumi dan pragmatis, seperti yang ditunjukkan melalui program "blusukan". Akibatnya, Jokowi merajai survei-survei calon presiden dan menyingkirkan kandidat lainnya, sehingga muncul wacana untuk menjadikannya sebagai calon presiden.
Pada tanggal 14 Maret 2014, Megawati akhirnya memberi mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden, dan Jokowi mengumumkan bahwa ia bersedia dan siap melaksanakan mandat tersebut untuk maju sebagai calon presiden Republik Indonesia dan Pemilu Presiden Indonesia 2014. Selepas pengumuman ini, indeks IHSG melesat 152,47 poin menjadi 4.878,64. sementara nilau tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menguat hingga angka 11,386.
Pada tanggal 19 Mei 2014, Jokowi mengumumkan bahwa Jusuf Kalla akan menjadi calon wakil presidennya.
PDIP adalah partai pengusung utama Jokowi.Pada Pemilihan Umum Legislatif 2014, PDI-P meraih peringkat pertama dengan perolehan suara sebanyak 18.95% dan perolehan kursi DPR sebanyak 109 kursi.
Partai yang pernah 5x memenangi Pemilu di jaman OrBa. Pada Pemilihan Umum Legislatif 2014, Partai ini meraih suara 14.75% dengan perolehan kursi di DPR 91 kursi dan menempatkannya pada posisi kedua.
PKB adalah sebuah partai politik berideologi Konservatisme di Indonesia. Partai ini didirikan pada tanggal 23 Juli 1998 yang di deklarasikan oleh para kiai-kiai NU. Pada Pemilu 2014 mendapat 9,04% ( 47 Kursi di DPR ).
Partai NasDem berawal dari sebuah organisasi bernama sama Nasional Demokrat, didirkan pada 26 Juli 2011. Pada Pemilu 2014, meraih suara sebesar 6,72% dengan perolehan 36 kursi di DPR.
PPP merupakan hasil gabungan dari 4 partai keagamaan, Dideklarasikan pada tanggal 5 Januari 1973. PPP mendapat 39 kursi ( 7,00 % ) di DPR pada Pemilu 2014.
Partai politik yang didirikan pada 14 November 2006. Di Pemilihan Umum Legislatif 2014, Partai Hanura mendapat 5,26% dan menempatkan perwakilannya di DPR sebanyak 16 orang.
Partai ini didirikan dengan nama Partai Keadilan dan Persatuan pada bulan Desember 1998 sebagai partai pecahan Golkar.
Perindo didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo, pengusaha dan pemilik MNC Group, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang media.
PENINGKATAN KUALITAS MANUSIA INDONESIA.
a. Mengembangkan Sistem Jaminan Gizi dan Tumbuh Kembang AnakSTRUKTUR EKONOMI YANG PRODUKTIF, MANDIRI, DAN BERDAYA SAING.
a. Memantapkan Penyelenggaraan Sistem Ekonomi Nasional yang Berlandaskan PancasilaPEMBANGUNAN YANG MERATA DAN BERKEADILAN.
a. Redistribusi Aset demi Pembangunan BerkeadilanMENCAPAI LINGKUNGAN HIDUP YANG BERKELANJUTAN.
a. Pengembangan Kebijakan Tata Ruang TerintegrasiKEMAJUAN BUDAYA YANG MENCERMINKAN KEPRIBADIAN BANGSA.
a. Pembinaan Ideologi PancasilaPENEGAKAN SISTEM HUKUM YANG BEBAS KORUPSI, BERMARTABAT, DAN TERPECAYA.
a. Melanjutkan Penataan RegulasiPERLINDUNGAN BAGI SEGENAP BANGSA DAN MEMBERIKAN RASA AMAN PADA SELURUH WARGA.
a. Melanjutkan Haluan Politik Luar Negeri yang Bebas AktifPENGELOLAAN PEMERINTAHAN YANG BERSIH, EFEKTIF, DAN TERPECAYA.
a. Aktualisasi Demokrasi PancasilaSINERGI PEMERINTAH DAERAH DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN.
a. Menata Hubungan Pusat dan Daerah yang Lebih SinergisMerupakan situs yang berisi informasi dan pencapaian positif pemerintahan Jokowi.
#2019tetapjokowi adalah gerakan sosial untuk mendukung Ir. H. Joko Widodo melanjutkan jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2019 - 2024.
@wahyurizky \\ Love ideas & creativity. \\ Work @tokosumberwangi \\.